Senin, 17 Oktober 2016

Resum 5

MENGEVALUASI EFEKTIVITAS PR

Tiga Tingkatan Evaluasi Usaha PR
v  Persiapan. Mengkaji kecukupan dari informasi yang anda kumpulkan, kecocokan isi pesan dan format, serta kualitas pesan itu sendiri.
v  Implementasi. Mengukur jumlah pesan yang terkirim (distribusi), jumlah pesan yang memperoleh tempat di media, jumlah orang yang menerima pesan, dan jumlah orang yang mengikuti pesan tersebut.
v  Dampak. Menghitung jumlah/persentase audiensi yang mempelajari isi pesan, yang mengubah opini mereka, yang mengubah sikap mereka, yang berperilaku sesuai yang diharapkan, dan menentukan apakah masalah terselesaikan atau tujuan telah tercapai.

Empat dimensi pengukuran yang dapat diterapkan dalam menilai dampak dari setiap kampanye PR
* Cakupan audiensi
* Respon audiensi
* Dampak kampanye
* Teknik pemantauan lingkungan. FGD
* Memfokuskan usaha. Perencanaan membuat tim kampanye dapat mengidentifikasi dan menyusun tujuan yang akan dicapai dengan benar hingga akhirnya pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, karena berkonsentrasi pada prioritas dan alur kerja yang jelas.
* Mengembangkan sudut pandang berjangka waktu panjang. Perencanaan membuat tim kampanye melihat semua komponen secara menyeluruh. Ini akan membuat tim kampanye tidak berpikir mengenai efek kampanye dalam jangka waktu yang pendek tapi juga ke masa depan, hingga mendorong dihasilkannya program yang terstruktur dalam menghadapi kebutuhan masa depan.
* Meminimalisi kegagalan. Perencanaan yang cermat dan teliti akan menghasilkan alur serta tahapan kerja yang jelas, terukur, dan spesifik serta lengkap dengan langkah-langkah alternatif, sehingga bila ada kegagalan bisa langsung diambil alternatif penyelesaian.
* Mengurangi konflik. Konflik kepentingan dan prioritas merupakan hal yang sering terjadi dalam sebuah kerja tim. Perencanaan yang matang akan mengurangi potensi munculnya konflik, karena sudah ada bentuk tertulis mengenai alur serta prioritas pekerjaan untuk tiap-tiap anggota tim.
* Memperlancar kerja sama dengan pihak lain. Sebuah rencana yang matang akan memunculkan rasa percaya para pendukung potensial serta media yang akan digunakan sebagai saluran kampanye, hingga pada akhirnya akan terjalin kerjasama yang baik dan lancar.

Sumber Kesalahan Pengukuran
* Tak ada hubungan langsung antara jumlah usaha praktisi PR lakukan dalam mengkomunikasikan pesan dengan jumlah pengetahuan yang diperoleh publik.
* Kadar kesadaran yang tinggi tidak dapat serta-merta dijadikan indikasi bahwa usaha PR telah berjalan efektif. Kefamilieran tidak otomatis berarti bahwa telah terjadi opini yang positif.
Sikap bukanlah perilaku. Tidak tepat beranggapan bahwa sikap yang menyenangkan akan menghasilkan perilaku yang diinginkan. 

Selasa, 04 Oktober 2016

Resum 4

Perencanaan Program PR

Pokok-Pokok Perencanaan PR
· Rencana Strategis. Rencana jangka panjang. Dibuat oleh manajemen level atas. Memuat keputusan terkait dengan tujuan utama organisasi dan kebijakan dalam mengimplementasikannya. Memprediksi masa depan.
· Rencana Taktis. Mengembangkan keputusan spesifik tentang apa yang akan dilakukan pada stiap level organisasi dalam rangka melaksanakan rencana strategis. Fokus perhatian dengan kejadian pada operasi harian suatu organisasi. 

Tiga dasar hakiki agar Rencana Program PR dapat berhasil dengan baik :
· Rencana Program harus dibuat dengan teliti dan harus didukung oleh pihak manajemen.
· Rencana Program tersebut harus mempunyai tujuan.
· Dilakukannya pengarahan mengenai Rencana Program tersebut. 

Faktor Utama Rencana Program
· Kegiatan yang akan dituangkan dalam bentuk proposal perencanaan kerja PR.
· Perencanaan anggaran.
· Perizinan dari pihak berwenang.
· Strategi pelaksanaan suatu kegiatan.
· Rapat/pertemuan periodik.

resum 3

PROSES PUBLIC RELATIONS

4 LANGKAH PROSES PR
· Mendefinisikan Permasalahan
Ø Praktisi PR harus dapat mengenal simtom dan penyebab.
Ø Praktisi PR perlu melibatkan diri dalam penelitian dan pengumpulan fakta.
Ø Praktisi PR perlu memantau dan membaca terus pengertian, opini, sikap, dan perilaku mereka yang berkepentingan dan terpengaruh oleh sikap dan tindakan suatu lembaga. 
· Perencanaan & Program
Ø Praktisi PR sudah menemukan penyebab dan sudah siap dengan langkah-langkah pemecahan dan pencegahan.
Ø Dirumuskan dalam bentuk rencana dan program termasuk anggaran.
Ø Kesepakatan bersama dan mendapat dukungan penuh. 

· Aksi dan Komunikasi
Ø Harus dikaitkan dengan objective/goal yang spesifik. 
· Evaluasi Program
Ø Pengukuran atas hasil tindakan di masa lalu. 

1. Teknik Riset Informal
Ø Menyimpan dokumen/database.
Ø Kontak utama. Opinion leaders dalam komunitas, industri atau organisasi.
Ø Komite khusus. Kelompok penasihat.
Ø Kelompok fokus. Sejumlah kecil orang yang memiliki karakteristik demografis yang berdekatan.
Ø Pemantauan informal. Memonitor laporan berita, baik cetak, elektronik maupun internet. Pengecekan surat masuk, telepon dan laporan penjualan.
Ø Internet, Perpustakaan, dan Sumber Database.

2.  Penelitian Sekunder
Ø Data yang telah dikumpulkan dan diolah oleh pihak ketiga.
Ø Data-data yang dipublikasikan dan perpustakaan.
Ø Praktisi PR harus membiasakan diri melakukan skimming atas berita-berita pokok dan membaca secara intensif artikel yang ada kaitannya dengan suatu lembaga. 

3. Penelitian Formal
Ø Biasanya menggunakan jasa riset dan perusahaan konsultan lain.
Ø Wawancara mendalam; FGD atau penelitian statistik.
Ø Alasannya:
Ø Memerlukan keahlian profesional yang membutuhkan ketekunan dan pengalaman.
Ø Memerlukan obyektifitas.
Ø Menyita bayak waktu. 

· Teknik Riset Ilmiah/Formal\
Ø Analisis Isi. Menghitung verbal content dari pesan tertulis/lisan yang sudah ditranskripsikan.  Kiping berita; chatroom; laporan tahunan dan publikasi lain dari pesaing.
Ø Riset survei. Pengujian secara hati-hati dan terperinci terhadap pengetahuan, persepsi, sikap dan opini dari anggota masyarakat yang beragam. Data demografis dan data opini.
Ø Riset Eksperimental. 
Ø Eksperimental laboratorium 
Ø Eksperimental lapangan

Selasa, 13 September 2016

Resum 2



MANAGEMENT PUBLIC RELATIONS

PUBLIC RELATIONS SEBAGAI ALAT MANAJEMEN
Ø  Humas merupakan bagian dari organisasi ini berarti fungsi yang melekat pada manajemen perusahaaan.
Ø  Melakukan fungsi 2 arah antara lembaga dan publiknya peranannya turut menentukan sukses tidaknya Visi, Missi dan tujuan organisasi atau perusahaan.

PERAN STRATEGIS PR DALAM MANAJEMEN ORGANISASI
Ø  Mengevaluasi opini Publik.
Ø  Mengindentifikasi kebijakan dan prosedur organisasi untuk kepentingan publik.
Ø  Merencanakan dan melaksanakan program kegiatan.
Ø  Menciptakan persepsi baik bagi organisasi , perusahaan, lembaga atau produknya  terhadap masyarakat yang mempunyai dampak positif bagi masa depan perusahaan, lembaga, perusahaan dan produknya.

DEFINISI MANAGEMENT PUBLIC RELATIONS
Management humas adalah proses penelitian, perencanaan, pelaksanaan dan pengevaluasian suatu kegiatan komunikasi yang di lakukan oleh organisasi. Proses managemen humas bisa dilakukan oleh seorang praktisi dalam kegiatan humas.

MANAGEMEN STATEGI DALAM HUMAS
Ø  Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan perencanaan dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
Ø  Taktik adalah cara mencapai tujuan ditingkat operasinal pelaksanaan yang mempunyai rentang tertentu.

TAHAPAN DALAM PROSES PR
Ø  1. MENENTUKAN MASALAH
Tahapan ini disebut juga disebut tahapan penelitian.yaitu mencari informasi , data yang menjadi pijakan dalam mengambil langkah selanjutnya

Ø  2. PERENCANAAN (PLANNING)
l  Perencanaan dapat diartikan sebagi hal, cara atau hasil kerja merencanakan. Perencanaan dapat diartikan sebagi hal, cara atau hasil kerja merencanakan. 1. Perencanaan jangka pendek, 2. Perencanaan jangka menengah, 3. Perencanaan jangka panjang
l  .Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap kegiatan manajemen atau administrasi, tanpa perencanaan maka kegiatan atau pelaksanaan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan.

Ø  AKSI DAN KOMUNIKASI
l  Tahapan ini melaksanakan apa yang sudah pada langkah pertama untuk mencapai apa yang sudah dilaksakan.
l  Terkait dengan apa yang dilaksanakan.
l  Kapan dilaksanakan.
l  Dimana dan melibatkan siapa saja
l  Media apa yang digunakan.

Ø  4. EVALUASI
l  Tahap ini merupakan langkah terakhir untuk mengetahui dan menilai apa sudah dilakuakan apakah sesuai dengan yang direncanakan?
l  Kalau belum bisa diadakan penyesuaian.
l  Tahapan ini akan menjawab pertanyaan “Apa yang sudah dilkukan?”

Rabu, 31 Agustus 2016

Resum 1



MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS

     Manajemen yang artinya Memimpin, Menengani, Mengatur, Membimbing.
Sebuah proses tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang di lakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah di tetapkan.

     Definisi Public Relations :
PR adalah usaha perencanaan untuk mempengaruhi pendapat menjadi karakter yang baik dan tanggung jawab pelaksanaan berdasarkan kepuasan komunikasi dua arah.

 Fungsi manajemen yang mengevaluasi sikap public, mengidentifikasi kebijakan dan prosedur individual serta merencanakan dan melaksanakan program aksi dalam rangka mendapatkan pemahaman dan penerimaan public.

TAHAPAN MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS
Ø Perencanaan (Planning) : memberikan sikap, opini, ide dan reaksi yang berkaitan dengan kebijaksanaan.
Ø Pengorganisasian (Organizing) : Pemberian tugas terpisah pada masing masing pihak, membentuk bagian, mendelegasikan dan menetapkan sistem komunikasi serta mengkoordinir kerja setiap karyawan dalam suatu tim.
Ø Penyusunan Formasi (Staffing) : Menentukan persyaratan personil yang akan di pekerjakan, merekrut calon karyawan, menentukan job deskription dan persyaratan teknis suatu pekerjaan.
Ø Pemimpin (Leading) : Mendorong dan memotifasi, serta menciptakan iklin atau suasana pekerjaan yang kondusif.
Ø Pengawasan (Controlling) : Persiapan suatu standar kualitas dan kuantitas hasil kerja, baik berbentuk produk maupun jasa yang diberikan perusahaan atau organisasi dalam upaya pencapaian tujuan, produktivitas dan terciptanya citra yang positif.

KEGIATAN DAN SASARAN PUBLIC RELATIONS
² Membangun identitas atau citra perusahaan.
² Menghadapi krisis.
² Mempromosikan aspek kemasyarakatan.
² Mempromosikan yang menyangkut kepentingan publik.
² Mendukung kegiatan kempanye sosial anti merokok dan obat-obatan terlarang.

KEMAMPUAN MANAGER PUBLIC RELATIONS
Harus memiliki karakter yang merupakan perpaduan seni dengan profesional yang baik dalam kemampuan manajerial, teknis, motivator, komunikator, perencanaan, pelaksanaan dan mengevaluasi program kerja.