MENGEVALUASI EFEKTIVITAS PR
Tiga Tingkatan Evaluasi Usaha PR
v Persiapan. Mengkaji kecukupan dari
informasi yang anda kumpulkan, kecocokan isi pesan dan format, serta kualitas
pesan itu sendiri.
v Implementasi. Mengukur jumlah pesan
yang terkirim (distribusi), jumlah pesan yang memperoleh tempat di media,
jumlah orang yang menerima pesan, dan jumlah orang yang mengikuti pesan
tersebut.
v Dampak. Menghitung jumlah/persentase
audiensi yang mempelajari isi pesan, yang mengubah opini mereka, yang mengubah
sikap mereka, yang berperilaku sesuai yang diharapkan, dan menentukan apakah
masalah terselesaikan atau tujuan telah tercapai.
Empat dimensi pengukuran yang dapat
diterapkan dalam menilai dampak dari setiap kampanye PR
* Cakupan audiensi
* Respon audiensi
* Dampak kampanye
* Teknik pemantauan lingkungan. FGD
* Memfokuskan usaha. Perencanaan membuat tim kampanye dapat
mengidentifikasi dan menyusun tujuan yang akan dicapai dengan benar hingga
akhirnya pekerjaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, karena
berkonsentrasi pada prioritas dan alur kerja yang jelas.
* Mengembangkan sudut pandang berjangka waktu panjang. Perencanaan membuat
tim kampanye melihat semua komponen secara menyeluruh. Ini akan membuat tim
kampanye tidak berpikir mengenai efek kampanye dalam jangka waktu yang pendek
tapi juga ke masa depan, hingga mendorong dihasilkannya program yang
terstruktur dalam menghadapi kebutuhan masa depan.
* Meminimalisi kegagalan. Perencanaan yang cermat dan teliti akan
menghasilkan alur serta tahapan kerja yang jelas, terukur, dan spesifik serta
lengkap dengan langkah-langkah alternatif, sehingga bila ada kegagalan bisa
langsung diambil alternatif penyelesaian.
* Mengurangi konflik. Konflik kepentingan dan prioritas merupakan hal yang
sering terjadi dalam sebuah kerja tim. Perencanaan yang matang akan mengurangi
potensi munculnya konflik, karena sudah ada bentuk tertulis mengenai alur serta
prioritas pekerjaan untuk tiap-tiap anggota tim.
* Memperlancar kerja sama dengan pihak lain. Sebuah rencana yang matang
akan memunculkan rasa percaya para pendukung potensial serta media yang akan
digunakan sebagai saluran kampanye, hingga pada akhirnya akan terjalin
kerjasama yang baik dan lancar.
Sumber Kesalahan Pengukuran
* Tak ada hubungan langsung antara
jumlah usaha praktisi PR lakukan dalam mengkomunikasikan pesan dengan jumlah
pengetahuan yang diperoleh publik.
* Kadar kesadaran yang tinggi tidak
dapat serta-merta dijadikan indikasi bahwa usaha PR telah berjalan efektif.
Kefamilieran tidak otomatis berarti bahwa telah terjadi opini yang positif.
Sikap bukanlah perilaku. Tidak tepat beranggapan
bahwa sikap yang menyenangkan akan menghasilkan perilaku yang diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar